Pelaksanaan MPLS Trisma yang dilaksanakan di luar sekolah dikatakan enak bagi angkatan 39 sedangkan jelek dirasakan bagi siswa baru angkatan 40, karena kepanitiaan bukan dari siswa dan bebas dari “Balas Dendam”.
Siswa angkatan 39 Trisma banyak yang tidak setuju dengan diberlakukannya MPLS dan digantinya MOS, karena pada saat MOS angkatan 39, siswa diwajibkan untuk datang pada jam setengah tujuh, namus saat itu, siswa dating sebelum jam enam. Dan siswa dilatih mentalnya dengan marah-marah dan tutup mata dan angkatan 39, MOS dilakukan di Lapangan SMAN 3 Denpasar dan dengan kepanitiaan dari siswa. Namun bagi angkatan 40, MPLS Trisma lebih berat dibandingkan angkatan 39, karena MPLS yang menggunakan konsep akademik, mewajibkan siswa baru untuk mengerjakan tugas setiap harinya berupa essay, artikel, proposal dan makalah penelitian sederhana sejumlah minimal 500 kata dan ditulis di kertas double folio bukan diketik. Selain dari tugas wajib, siswa akan mendapat tugas tambahan jika melakukan pelanggaran baik salah membawa makanan, salah menggunakan atribut dan lainnya.
Dengan dilaksanakannya MPLS Trisma, dengan banyak pihak yang tidak menyetujui perubahan penerimaan siswa baru dapat menimbulkan beberapa akibat dari sisi angkatan sebelumnya dan angkatan 40 yaitu senioritas dari sisi angkatan 39 dan “Tidak Sopan” dari sisi angkatan 40. Mengapa dapat terjadi senioritas? Karena MPLS tidak berisi kegiatan yang bersifat fisik, dan panitia bukan dari kakak kelas. Dan kata “Tidak Sopan” dapat dilakukan oleh angkatan 40, karena dalam budaya kita, menghormati dan menghargai orang yang lebih tua wajib hukumnya. Sebenarnya kakak kelas angkatan 39 bukannya gila hormat, namun beberapa angkatan 40 ketika kakak kelasnya bertanya ataupun melakukan wawancara, cara menjawab dari siswa tersebut dapat dikatakan “Tidak Sopan”.
Untuk menghapus senioritas, sekolah sudah melakukan cara yaitu melakukan MPLS di luar sekolah dan untuk angkatan sebelumnya sebaiknya melupakan luka lama ketika mereka melaksanakan MOS, dan untuk angkatan 40, diharapkan untuk lebih menghargai kakak kelasnya, dalam tanda kutip sebagai kakak adik. Jika, kakak dan adiknya ada yang salah saling memaafkan dan saling menghargai dan menghormati. (prd)
No comments:
Post a Comment